Peluk Yang Tidak Pernah Sampai
Karya: Raniah Alya Izzati LisanAku pernah berjalan
menuju seseorang
yang namanya kusembunyikan
di dalam doa-doa paling sunyi.
Jarak tidak pernah benar-benar jauh,
katamu—
sebab hati selalu tahu jalan pulang.
Namun malam mengajarkanku hal lain:
ada rindu
yang tersesat sebelum tiba.
Aku menyapamu
melalui angin,
melalui lagu-lagu yang sengaja kuputar pelan,
melalui langit yang diam-diam kita pandangi
dari kota yang berbeda.
Tapi peluk itu
tidak pernah sampai.
Ia gugur di tengah perjalanan,
menjadi dingin
di antara pesan yang tak terkirim
dan perasaan
yang sama-sama kita sembunyikan.
Kadang aku berpikir,
mungkin semesta hanya ingin kita
menjadi “hampir”
tanpa pernah benar-benar saling memiliki.
Dan sejak itu
aku belajar—
bahwa ada cinta
yang hidup paling lama
justru karena
tidak pernah sempat bersama.
Probolinggo, 14 Mei 2026