Pesona
Karya: Nurul Amalatul HusnaDuhai, Tuan
Lembut suaramu, bangirnya hidungmu memukauku
Gagahnya bahumu kubayangkan bersandar di sana suraiku
Ikalnya rambutmu memanggil-manggil jemariku
Duhai, Tuan
Segalamu mampu memacu degup jantungku
Membuat bibirku kelu
Mendidihkan seluruh wajahku
Hingga netra tak pernah sanggup beradu tatap dengan milikmu
Duhai, Tuan
Pada apa-apa yang tidak ada selain daripadamu
Pada seluruhnya aku terpesona
Namun, segalanya tampak jauh, Tuan
Kau hanya keindahan yang tidak dalam genggaman
Semakin lama ku bayang
Semakin sakit ku tahan
Palu, 14 Mei 2026