Nur Azizah
Jarak yang BerbisikKau hadir sedekat napas, namun terasa asing dalam diam
Seperti bayang yang setia, tapi tak pernah benar-benar terjamah dalam malam
Aku menyapamu lewat doa, yang menggema lirih dan kelam
Namun suaramu menjauh, larut bersama waktu yang tenggelam
Kita pernah seirama, menyusun hari dalam satu tujuan
Namun kini langkah berbeda, terpisah oleh garis keraguan
Hatiku masih menunggu, meski tanpa kepastian pertemuan
Seperti langit memeluk bumi dalam jarak yang tak tersatukan
Rindu ini tumbuh diam, berakar dalam kesunyian rasa
Mengalir seperti luka, yang tak pernah benar-benar sirna
Dekatmu tinggal kenangan, jauhmu menjadi cerita
Dan aku belajar melepas, meski hati tak sepenuhnya rela
Jika suatu saat waktu kembali mempertemukan langkah kita
Biarlah jarak luruh, dan rindu tak lagi sekadar kata
Bengkulu utara, 5 Mei 2026