Nur Azifah Yudin
Ada, Tapi tak benar- benar adaAda, Tapi Tak Pernah Benar-Benar Ada
Kau duduk di sampingku,
sedekat detak yang tak pernah absen dari dada, namun namamu terasa seperti gema terdengar, tapi tak pernah bisa kugapai.
Kita berbagi waktu yang sama, meneguk senja dari langit yang serupa, tapi di matamu aku hanya persinggahan yang tak pernah dituju.
Ada jarak yang tak kasatmata, lebih sunyi dari laut tanpa ombak,
lebih panjang dari jalan yang tak berujung dan aku tersesat di dalamnya.
Kau ada, seperti cahaya yang jatuh di permukaan air
terlihat jelas, berpendar,
namun hancur setiap kali kucoba menyentuh.
Maka aku belajar diam,
menggenggam yang tak bisa kugenggam, mencintai yang tak benar-benar kumiliki.
Sebab pada akhirnya,
kau tetap di sini dan sekaligus tak pernah benar-benar ada.
Ambon 4 mei 2026