Langkah yang Berpadu
Di bawah langit yang sama kita berdiri,
Menatap puncak yang masih tersembunyi.
Bukan tentang siapa yang paling cepat berlari,
Tapi tentang jemari yang saling mengunci.
Saat jalur mendaki mulai terasa sunyi,
Dan lelah merayap di sela nadi,
Bebanmu adalah beban yang aku bagi,
Agar semangat tak lekas mati.
Kita adalah dua arus dalam satu muara,
Membelah batu, menerjang prasangka.
Jika engkau goyah, aku adalah penyangga,
Jika aku redup, engkaulah cahayanya.
Tak perlu takut pada badai yang bicara,
Sebab usaha kita telah menjadi satu doa.
Hingga nanti di titik paling bahagia,
Kita rayakan lelah ini bersama-sama.
Denpasar, 7 mei 2026