Karya: Nabila Putri Pitopang
Di bawah langit yang sama ku berdendang
Menghirup pagi dengan helaan panjang
Mentari menyorot wajahmu sejauh mata memandang
Menyebut-nyebut namamu lirih namun lantang
Namun jarak seakan bersajak
“Aku hadir, kian menyesak”
Lalu bersenandung dengan suara serak
Berakhir pisah tanpa jejak
Terasa dekat,
Sedekat bayangan tanpa sekat,
Namun hadir sebagai luka yang pekat,
Di saat kehampaan kian mendekat.
Lalu yang tersisa hanya rasa hambar
Dari luka bernama kehilangan yang menyambar
Berubah menjadi kapal tanpa jangkar
Tak karuan, karam tanpa dasar
Kita tak benar-benar pergi
Hanya tersesat di bayang-bayang yang tak berarti
Menuju tempat yang dulu bernama
“Saling mengerti”
Payakumbuh, 24 Mei 2026