Satu langit, berbeda hati
Karya: Nabila Nur FebrianiKita berdiri di langit yang sama,
menghirup udara yang tak berbeda,
namun entah mengapa
jarak terasa tumbuh di antara kata.
Kau ada di dekat pandanganku,
namamu singgah di setiap hariku,
tetapi hatimu
seolah berjalan ke arah yang tak mampu kugapai.
Kadang kedekatan hanyalah ilusi,
dua insan saling menatap
tanpa benar-benar sampai.
Dan aku adalah seseorang
yang paling dekat denganmu,
tetapi tak pernah cukup dekat
untuk memilikimu.
Bandung, 4 Mei 2026