MUTMAINAH
Gema Dalam Jarak Paling SunyiKita seperti dua titik yang hampir bersentuhan,
terlihat dekat dalam pandangan,
namun ada ruang tak kasat mata
yang tak pernah benar-benar terlintasi.
Aku bisa melihat matamu,
tapi tak membaca seluruh isinya,
Kau bisa mendengar suaraku,
namun tak menangkap gema di dalamnya.
Kita berbagi ruang yang sama,
namun tidak benar-benar hadir,
seperti dua garis sejajar
yang berjalan bersama tanpa pernah berakhir.
Ada rindu yang tak bisa pulang,
meski jalan terbuka lebar,
karena yang jauh bukan sekadar tempat,
melainkan hati yang tak lagi sejalan.
Dan akhirnya, kita belajar menerima,
bahwa dekat tak selalu berarti bersama,
dan jarak paling sunyi
adalah ketika dua jiwa tak lagi saling menyapa.
Surakarta, 5 Mei 2026