Tambatan Sutra
Karya: MuthmainnahKepul asap kopi merayap
Menyela udara gelap tanpa sayap
Ia siap bersaksi bisu
Akan jasmani dan rohani yang enggan berpadu
Bunyi bunyi rohani bersembunyi
Mengendap endap menuju selain diri
Sembari badan saling hadap
Sepasang mata yang menatap
Sungguh sayang tak bersambut
Entah nama siapa hatinya menyebut
Sabit perak pun menyeringai
Smirk jumawa ia rangkai
Mengiris malam hening yang bersorak
Menertawakan riak bibir yang serak
Semesta tidur sambil berbisik
Mengejek ejek binar sesak
Hingga galau kian bergejolak
Kalbu tak kuasa mengelak
Akan benang sutra merah yang tertambat
Kemudian dihempas lembut
Kapuas, 15 Mei 2026