Muhammad Ilham
KITA YANG TAK PERNAH MENJADI KATADi selasar waktu tanpa tajuk, kita pernah menjadi debar yang paling nyata. Menghuni kedekatan tanpa aksara, mengeja rindu di balik diam yang rahasia. Aku ingin menjadi sauh, menetap di palung jiwamu yang paling teduh,
menjaga tiap rapuhmu agar tak lebam dihantam badai yang menderu.
Namun, kau memilih menjadi ombak yang pamit secara purnabakti.
Melucuti seluruh harapku dengan santun,
tanpa menyisakan bara benci,
mengatakan bahwa pelukku hanyalah dermaga persinggahan yang sunyi.
Kini, kau adalah orang asing yang paling aku hafal seluruh isinya.
Sebab mencintaimu yang paling tabah, adalah merawat ingatan yang mulai berkarat tanpa pernah merasa kalah, dan membiarkanmu raib, tanpa pernah sempat aku ikat dalam sejarah.
Jambi, 6 Mei 2026