Muhammad Ayyash Alhafidzi
Dua Raga, Untuk Satu MahkotaDi bawah bentang malam yang pekat membiru
Sebuah mercusuar mimpi memanggil menderu
Genggam tanganku, kawan, pecahkan bimbang
Kita nyalakan bara di medan yang garang.
Kita adalah sepasang sayap di punggung garuda
Membelah badai dengan baja di rongga dada
Biar peluh mengkristal menjadi perisai
Janji perjuangan ini takkan pernah usai.
Biar lautan api merantai kedua kaki
Atau ribuan gunung runtuh menghantam diri
Semangat kita sanggup memadamkan mentari
Demi puncak buana yang tegak menanti.
Ribuan pasang mata menatap garis akhir
Namun takdir pemenang telah sudi mengukir
Sebab mahkota sejati bukanlah piala emas
Melainkan bahu sahabat yang menopang paling keras.
Muntilan,2 April 2026