Karya: Meylinda Rizkya Putri
Kau ada didepan mata.
Namun tak pernah benar-benar tiba.
Kita berbicara lewat jeda.
Melepas rindu pada semesta.
Kopi mengepul, jam terus berdetak.
Menjadi saksi jarak yang tak tampak.
Tangan hampir saling menggenggam.
Namun dunia memberi sekat terpendam.
Kau kirim kabar tentang bintang malam.
Aku membalas dengan awan yang berjalan.
Di layar kecil itu kita bertahan.
Meski pertemuan hanya sebuah harapan.
Dan sampai jarak runtuh oleh tawa.
Akan ku simpan suaramu di dada.
Sebab dekat bukan soal bersama.
Melainkan hati yang saling menjaga.
Tulungagung, 23 Mei 2026