Meisyita Ayudya Jelita
Rumah yang Lupa Caranya PulangDulu meja makan ini untuk empat orang
Tapi tak pernah penuh lagi
Ayah bicara lewat pintu yang dibanting
Ibu menjawab lewat piring yang pecah diam-diam
Adik merangkai potongan percakapan yang tercecer di lantai
Aku belajar jadi penengah
Padahal hatiku juga butuh ditengahi
Dulu rumah ini ramai oleh tawa
Kini ramai oleh sepi yang saling berteriak
Kami serumah, tapi tak setujuan
Sedarah, tapi tak sepaham
Tuhan,
Jika keluarga adalah tempat pulang
Kenapa tiap aku pulang,
rasanya malah ingin pergi?
Malang, 2 Mei 2026