Dekat Namun Jauh
Karya: Maulidya Nur RizkiKita dekat namun jauh.
Layar gawai selalu menyala di tengah sepinya hidup,
Menampilkan senyummu yang paling rekah
Suara yang ku dengar sangatlah dekat di telinga, Namun jauh dimata.
Namun, saat netra ini terpejam.
Hanya ada kesunyian di ruang yang hampa,
Kau begitu dekat saat ada dalam genggaman.
Namun ragamu, mustahil ku sentuh dalam kenyataan.
Dalam ribuan kilometer terbentang.
Tidak membuat rasa rinduku menghilang begitu saja.
Kita saling berbagi langit malam yang sama rata,
Dekatkan di dalam doa, namun teramat jauh dimata.
Pasuruan, 19 Mei 2026