Jam Tangan yang Bau Oli
Karya: M. Taufik Hidayat SipayungAyah pernah bilang, roda paling kuat bukan yang paling besar, melainkan yang tetap berputar meski jalan penuh batu.
Kalimat itu tinggal lama di kepalaku.
Kami tumbuh dari rumah sempit. Ibu menjahit sampai larut, kakakku mengantar galon dengan sepeda tua, dan aku menghitung uang belanja di meja kayu yang miring sedikit.
Pernah hujan datang terlalu deras. Atap bocor tepat di dekat kompor. Ayah memindahkan panci, ibu mengelap lantai, aku memegang ember. Anehnya, rumah terasa utuh malam itu.
Kami sering kalah. Roti buatan ibu kadang tak habis terjual, wajah ayah pulang dengan lelah dan bau oli. Namun esoknya meja tetap dibuka, lampu tetap dinyalakan.
Kini aku mengerti, harapan bukan tentang siapa paling hebat, melainkan siapa yang tetap berjalan bersama saat hidup terasa berat.
Medan, 16 Mei 2026