Rindu yang Senyap
Sayatan kecil terlihat sendu
Melihat dunia sudah membeku
Badan yang kaku, menusuki ragaku
Terikat rindu di bawah batu
Harum nya yang selalu hadir
Namanya yang selalu terukir
Dalam setiap mimpi yang berakhir
Tersirat asmaraloka tiada terlampir
Nadinya berdetak, nyawanya melenyap
Jiwanya berdiri tetapi raganya mati
Wajahnya kini tak lagi berseri
Tertutupi rindu tuan yang jauh dari hati
Mengejar pun aku tak mampu, tuan
Berjalan pun tak kuasa bagiku
Biarpun nafasmu berhembus jauh
Biarkan aku mendengarnya
Cirebon, 2 Mei 2026