Sekamar Tanpa Suara
Karya: Indah cinta auliaKita berbagi ruang yang sama,
bahkan bayang-bayang kita berhimpit di dinding yang tua.
Suara denting sendokmu begitu jelas,
begitu dekat, hingga detak jampun terasa malas.
Namun, di antara bahu yang hampir bersentuhan,
ada kabut tebal yang menyembunyikan percakapan.
Engkau sibuk dengan duniamu yang bising di balik layar,
sementara aku mengeja sunyi yang kian membesar.
Tangan kita bisa saja saling menjangkau,
namun pikiran kita sudah terlanjur merantau.
Seperti dua orang di dalam gerbong kereta yang melaju,
duduk bersebelahan, tapi menuju stasiun yang keliru.
Raga kita dikunci oleh dinding yang sempit,
tapi jiwa kita... sudah terbang ke langit yang berbeda dan sengit.
Riau, 25 mei 2026