Majas Selanjutnya: Menunggu
Karya: Astiani Nabilah Diyaul HaqHasutan sair berkabung lama soal kamu
netra bicarakan prosa semu
berlembar katanya
membentuk temu (menganiaya waktu).
maaf kukibul hal menunggu
seumpama kamu cepat berjumpa,
mau dijanjikan kataku—di dalam tenggelam
tak sempat. ukir kamu di daftar tunggu
dibiaskan jadi majas selanjutnya
Aku sulit melafal malammu
meski netramu tak alpa memburu
dan kita silih menghasut
penyair prosa sebentar.
tapi katanya disepikan
merangkai batu
dengan kata tunggu
seumpama kamu riuh menjauh
mau dilupakan kataku—di luar menyinar
sempat. membahasa kamu di hal menunggu
diantar sairku yang mati.
Tanjungsari, 25 Mei 2026 (22.47)