Nadi yang Tidak Sampai
Karya: Gabriela ReginataDi lorong putih yang dipenuhi bunyi mesin,
aku belajar bahwa jarak tidak selalu tercipta oleh kilometer.
Ada yang duduk hanya beberapa langkah,
namun tak mampu kugapai
karena waktu terus menarikku
ke ruang-ruang yang dipenuhi tangis dan doa.
Aku hafal cara menenangkan orang asing,
tetapi sering kehilangan kata
untuk mereka yang paling kucintai.
Malam demi malam,
aku pulang membawa lelah
dan aroma obat yang tinggal di pakaian,
sementara rumah perlahan berubah
menjadi tempat singgah
bagi seseorang yang terlalu lama hidup untuk banyak orang.
Ah, sudahlah,
aku hanya menjalankan tugasku.
Mungkin bukan hari ini,
mungkin belum sekarang,
namun aku percaya,
akan ada satu sore
ketika aku pulang tanpa tergesa,
duduk lebih lama di meja makan,
dan tertawa lepas bersama mereka
yang selalu menungguku pulang.
Bandung, 15 Mei 2026