FRIDA ANGELIA
Di Balik Batas CakrawalaKau adalah semesta, cinta dan kasih pertamaku yang bertahta.
Kita mendiami satu ruang, bersentuhan dalam rutinitas yang nyata.
Gurau dan hangat tubuhmu adalah napas yang menghidupkan,
namun seringkali, sukmamu terasa jauh di luar jangkauan.
Sekeras apa pun aku mencoba nampak di matamu,
batinmu tetap buta, tak mampu membaca keberadaanku.
Meski teh yang kusiapkan di meja ini kian mendingin,
aku tetap di sini, memeluk harap yang tertiup angin.
Bagai batas cakrawala yang mempesona namun tak tersentuh,
kau begitu jauh, meski raga kita bersandar pada satu sauh.
Namun aku takkan pergi, menanti hari bahagia itu datang;
saat jiwamu akhirnya mampu melihatku, setelah sekian lama aku terbuang.
Sebagai satu-satunya istana mu.
Cirebon, 06 Mei 2026