Sedekat dulu, Sejauh Kini
Karya: FebriyantiDulu, namamu tinggal di layar yang tak pernah sepi.
Pagi membawa sapamu, malam memeluk tawamu diam-diam.
Aku kira, semesta sedang belajar menyatukan dua manusia yang saling menemukan.
Namun kini,
jarak tak lagi diukur oleh langkah,
melainkan oleh pesan yang tak kunjung dibalas.
Kita masih sedekat nama di daftar chat,
tetapi terasa sejauh langit dan laut yang tak pernah bersentuhan.
Aku tetap menyimpan percakapan lama
seperti seseorang yang menjaga hujan terakhir sebelum kemarau.
Barangkali, kita memang pernah dekat,
hanya saja waktu diam-diam mengubah hangat menjadi asing,
dan aku tak pernah benar-benar siap kehilangan arah pulang dari matamu.
Sekarang aku hanya bisa menatap notifikasi sunyi sambil berpura-pura semuanya baik saja di sini
12 Mei 2026