Karya: FARISHA LESTARI
Dalam litani, aku mengasihani diriku sendiri
Jika bisa kuungkapkan, kurasa semesta tak akan mengizinkan.
Namun, dalam sajak ini berkobarlah alunan renjana
Yang sering kupendam untuknya.
Ia sosok yang tak asing bagiku,
Dan aku bukan sosok yang asing baginya.
Namun, aku adalah sosok yang asing di hatinya,
Sedangkan ia sosok yang paling kukenal di lubuk terdalam hatiku.
Nadanya terdengar seperti daging yang dipresto dengan sempurna,
Lembut, ramah, berdendang ria dengan wanita lain.
Denganku?
Ketus seperti duri kaktus di gurun pasir.
Dalam litani yang terus kupanjatkan,
Aku hanya selalu berusaha
Mengubah nada ketus menjadi halus.
Namun, barangkali cinta bukan sekadar tentang dipahami sendiri,
Melainkan dua hati yang sama-sama bersedia melangkah.
Karena sekeras apa pun aku bertahan sendirian,
“Berusaha bersama” tak akan pernah lahir
Jika hanya satu hati yang berjuang.
Subang, 23 Mei 2026