Erwin Zebsy Prihandani
Berikan Jeda AnityaRiuh jantung berdetak kencang,
ketika aku melihatmu memberikan swatasmita.
Namun, kini masa sudah berbeda;
yang membuat kita terperangkap di sekat niskala.
Berikanlah aku jeda anitya,
tanpa harus aku merasakan jengah.
Jarak dan takdir inilah,
yang membuat kita menjadi fana.
Sesaat kita pernah bercerita,
walau akan menjadi fatamorgana.
Yang mengerak pada batasan renjana,
yang tak akan lagi bersama.
Dulu, kita bak bentala angkasa;
yang dekat dan saling setia.
Tapi sekarang, hanya menyisakan anitya,
yang berujung luka teramat dalam.
Kini, kuterjebak pada melankolis,
yang memunculkan labirin sunyi.
Jeda anityalah yang sangat ingin kugapai,
agar aku bisa merasakan kedekatan yang tak sunyi.
Pacitan, 11 Mei 2026