Diyan Juriska
Sewindu SerinduRindu adalah desiran waktu, yang berputar-putar seperti candu
Yang berdetak di luar batasannya
Enggan berputar mundur atau hancur tertimpa batu
Didengarkannya pada pecundang jalanan, bagaimana menafsirkan waktu?
Sudah berjalan lumpuh dan kau enggan menunggu
Terpaut jauh terpukul telak oleh waktu
kikis jarak dengan cumbu kubelenggu
lalu aku berlabuh teduh di wajahmu
Tawar lah cinta dengan rasa syahdu
dan purnama memahat satu bulan penuh yang tenggelam habis di matamu
Kapan pula berakhirnya sewindu?
Menghentikan putaran itu
Dan semua akan tahu
bahwa aku merindu.
Makassar, 11 Juni 2025