Devi sintia arifin
"Dinding Kaca Transparan"
Kita adalah dua angka di satu layar,
Duduk bersanding di sofa yang sama.
Namun jemarimu sibuk mengejar binar,
Di dunia lain yang tak punya nama.
Aroma kopimu masih bisa kuhirup,
Bahkan ujung lenganmu menyentuh kulitku.
Tapi jiwamu seolah telah tertutup,
Di balik dinding kaca yang membeku.
Suaramu ada, namun maknanya fana.
Matamu menatap, namun tak melihat.
Kita seperti dua rel kereta,
Beriringan lurus tanpa pernah menyatu.
Berbagi ruang dalam satu semesta,
Namun terpisah oleh ribuan waktu.
Betapa lucu sebuah raga,
Bisa berada tepat di depan mata,
Namun terasa seperti bintang di cakrawala;
Tampak bercahaya, tapi mustahil diraba.
Makna di Balik Baris
Bali. 3 mei 2026
Devi sintia arifin - "Dinding Kaca Transparan" (Lirika 9)
📅 Mei 04, 2026