Bulan Gendhis Ayuningtyas
Disudut kota yang samaKatanya kota cuma tempat singgah,
tapi kenapa setiap hujan turun
aku selalu ingat lampu jalan itu—
yang bikin wajahmu kelihatan hangat
di tengah dinginnya malam.
Aku sudah pergi jauh,
naik kendaraan berbeda,
melihat banyak gedung dan orang baru,
tapi anehnya
tak ada yang semampu kota itu
membuat pulang terasa sesakit ini.
Di sana,
setiap sudut masih nyimpen kita.
Bangku tua, suara motor malam-malam,
bahkan aroma setelah hujan
masih sibuk nyebut namamu
pelan-pelan.
Dan aku?
masih jadi orang bodoh
yang menganggap kota itu rumah,
padahal yang membuatnya indah
cuma karena dulu ada kamu.
Bandung, 9 mei 2026