BERHAN PETRA HUWAE
Peta yang Kehilangan Arah PulangKita pernah sedekat udara,tidak terlihat,tetapi selalu ada dalam setiap hal kecil yang membuat hidup terasa utuh.Aku mengenal caramu tertawa,cara matamu diam-diam memerah ketika kecewa,bahkan cara suaramu berubah lirih saat sedang menyembunyikan luka.
Namun, waktu ternyata tidak selalu datang untuk mendewasakan.Kadang,ia hanya mengajarkan bagaimana dua manusia perlahan menjadi asing tanpa perlu saling meninggalkan.
Kini kita masih berdiri di bawah langit yang sama,masih saling menyapa dengan kalimat-kalimat sederhana yang terdengar seperti kewajiban.Namun,hatimu terasa sejauh musim yang tak pernah berhasil kutempuh.
Dan pada akhirnya aku memahami sesuatu,
kehilangan paling sunyi bukanlah perpisahan,
melainkan ketika seseorang tetap ada di dekatmu,tetapi tak lagi menjadikan dirimu
sebagai tempat untuk pulang.
Ambon,10 Mei 2026