Tumpuan dari Kilat
Karya: Belvana Adinda P.M.Menganyam harapan dari sisa-sisa benang kusut,
Di bawah senandung kilat petaka bumi,
Menadahkan rintik hujan yang turun lebih awal,
Sepakat hati terus melangkah,
Menyeret rantai membelenggu kaki,
Menunggu luka berubah menjadi peta,
Dan darah menjadi ombaknya,
Menunggangi perahu melewati samudra,
Dari batang kayu yang terapung tak berguna,
Mata dari angin yang searah,
Menempuh terjal serupa pecahan batu,
Merangkai tangan seirama,
Menangkup air di bawah gorong-gorong berkuasa,
Menarilah makhluk air bersama ombak,
Merayakan tangan yang masih satu,
Merelakan luka sebagai pecahan,
Tumpuan baru dari kilat yang lebih keras
Pemalang, 13 Mei 2026