Asmaul Husna Syamsul
Bersama sukaTaman Kota jadi awal, bukan akhir.
Kita bertemu lagi. Namamu kini bukan rahasia,
rumahmu sudah ada di luar kepala.
Kebiasaanmu pelan-pelan jadi caraku memahami dunia.
Tak selalu se-teduh tatap pertama.
Ada hari kita salah paham, diam, dan lelah.
Nyaman dulu, kini diuji jarak dan gundah.
Tenang dulu, kini diganggu ragu yang memerah.
Tapi di titik mau menyerah,
kutatap engkau lagi. Tak hanya berbisik,
aku bertanya, "Kita coba lagi, ya?"
Sepasang matamu yang dulu menoleh teduh,
kini menoleh dan menggenggam.
Kau jawab, "Kalau berdua, kenapa tidak?"
Maka aku tak pergi.
Kita luruskan yang bengkok, kuat kuatkan yang goyah.
Jatuh suka itu kebetulan yang indah.
Memilih tetap suka itu keputusan yang kita rawat bersama.
Maros,4 mei 2026