Arum Wulandari
Kupu Kupu di Dua LangitKita adalah kupu-kupu
yang tumbuh dari musim yang sama,
namun kini terbang di dua langit berbeda.
Dulu, kita bermain di bawah cahaya senja,
mengejar waktu yang terasa begitu ramah,
tertawa tanpa takut kehilangan arah.
Kini, setiap malam
aku menangis karena rindu bayangmu,
yang hadir diam-diam di sela gelap,
lalu hilang sebelum sempat kugenggam.
Namamu berpendar di pikiranku,
seperti cahaya kecil yang enggan padam,
meski jarak menenggelamkan segala temu.
Aku menjaga kenangan itu tetap hidup,
pada sayap yang tak lagi saling menyentuh.
Barangkali rindu memang tak untuk selesai,
hanya untuk dirawat dalam diam
hingga suatu hari,
dua langit ini belajar menyatu kembali.
Boyolali, 5 Mei 2026