Bahu Yang Menjadi Dinding
Karya: ANNISA JULIANTIDekat, tapi tak bersentuhan.
Kita duduk di kursi yang sama,
Bahu kita pun sesekali bersenggolan.
Aku bisa mendengarkan helaan nafasmu,
Dan kau bisa melihat gerak-gerikku.
Secara jarak, kita hanya satu jengkal.
Sangat dekat, hingga tak ada ruang tersisa.
Tapi entah mengapa...
Kita itu seperti dua benua yang berhimpitan di peta.
Namun, dipisahkan oleh samudra dalam realita.
Kita dekat secara raga,
tapi jauh dalam rasa.
Dulu, satu kata darimu cukup membuatku tenang.
Sekarang, seribu kata hanya lewat begitu saja.
Kita tidak sedang dipisahkan oleh kilometer atau waktu,
kita hanya sedang lupa cara untuk saling menemukan.
Sumatera Utara, 17 Mei 2026