Yang Tidak Pernah Menjadi Satu
Karya: Anjani Ridho IllahDi bawah langit yang sama kita berdiri,
menggenggam sunyi yang tak pernah bersuara,
dekat seperti bayang di ujung kaki,
namun jauh bagai doa yang tak sampai ke loka.
Namamu bergetar di setiap hembus angin,
seakan hadir di sela detak waktu yang rapuh,
tapi jarak menjelma dinding tak kasat mata,
memisah rasa yang tak pernah utuh.
Kita adalah dua garis yang hampir bertemu,
berjalan searah tanpa pernah menyatu,
dekat dalam rindu yang tak terucap,
jauh dalam kenyataan yang terus membatu.
Dan bila waktu bertanya tentang kita,
akan kujawab dengan lirih yang pilu,
bahwa pernah ada “hampir” yang begitu nyata,
meski akhirnya kita tetap saling tak menyatu
Tulungagung 16 Mei 2026