ANDJU FATIKHA AMARTHA SIMBOLON
"Satu nafas beda kota "Di antara kita hanya sejengkal layar,
tapi kenapa rinduku harus terhalang beda pulau dan kota?
Kutitip senyum lewat stiker jam 6 pagi,
kau balas dengan "selamat pagi" yang terasa seperti pelukan.
Kita dekat,
sejarak genggam waktu telepon tersambung.
Suaramu jelas, seperti azan subuh di ujung gang.
Tawa kita bertabrakan di udara,
lalu pulang ke ruang masing-masing yang sepi.
Kita jauh,
sejarak tangan yang tak bisa kusentuh saat demam.
Aku tahu kamu ada,
di balik kota yang kueja setiap fajar lewat peta.
Tapi kenapa hangatmu tak sampai ke selimutku?
Dekat, karena namamu jadi doa paling cepat kuketik.
Jauh, karena doa itu harus terbang dulu,
melewati embun, mengetuk langit, baru sampai ke kamu.
Andai jarak bisa dilipat seperti surat,
akan kukirim diriku, lengkap dengan kangen yang belum sempat kubicarakan.
Untuk sementara, biarlah matahari jam 6 pagi yang jadi kurir,
membisikkan: "Aku di sini, sejauh apapun kamu pergi."
Tangerang Selatan,5 mei 2026