Setangkai Bunga Layu
Karya: Almira Imla Nur'ainiKau hadir seperti senja,
Yang singgah hanya sementara.
Namun meninggalkan warna,
Di ingatan langit yang sama.
Seolah kita sungai,
Dari air yang sama.
Namun jatuh perlahan,
Ke laut yang berbeda.
Harsa lahir dari tatap jelita,
Pada wajah keturunan adam dan hawa.
Dua pasang mata saling membaca,
Meski tak pernah benar-benar menyapa.
Namamu kerap singgah,
Saat kepala mulai lengah.
Seperti senja enggan reda,
Meski bumantala dipenuhi nestapa.
Kadang hadirmu datang menyapa,
Mengecilkan pada luka yang kupunya.
Lalu pergi tanpa aba-aba,
Seolah hati tak layak bertanya.
Perlahan aku mengerti,
Bahwa yang dekat ditakdirkan untuk abadi.
Ada yang sekedar singgah menyentuh nurani,
Perlahan luruh bersama waktu tanpa pernah dimiliki.
Cinta lahir bukan untuk menetap,
Ia tumbuh dalam lirih yang senyap.
Mengendap bersama doa dan harap,
Lalu gugur menjadi rasa yang tak sempat dianggap.
Banten, 16 Mei 2026