Alicia Alnazhwa Alwandanis
Garis Tanpa TemuDi bawah langit yang sama,
kita tumbuh serupa dua musim
di satu kota,
tapi tercerai pada garis waktu.
Namamu menetap di kepala
bagai aroma hujan di tanah kering;
tak kasat mata,
namun ingatan kau kekalkan.
Barangkali kita hanyalah gema
yang memantul dari kejauhan,
tanpa sanggup merengkuh pangkal suara.
Kita adalah dua doa
yang melangit pada senja serupa,
naik melalui sunyi yang senada,
namun mengetuk pintu yang berbeda.
Dunia tegak di antara kita
bagai cakrawala pada laut—
tampak karib dari kejauhan,
padahal haram bersentuhan.
Maka aku memilih menjadi angin
yang melintas di sela jendela malam;
hadir untuk sekadar dirasa,
meski tak diizinkan menetap.
Sebab pertemuan kita adalah rasi bintang:
bercahaya di langit yang sama,
dipisah jarak
yang tak selesai dihitung semesta.
Tangerang, 11 Mei 2026