Elegi di Bawah Langit yang Sama
Karya: Aldi AprilianoKita pernah tumbuh di bawah langit yang serupa,
menertawakan hujan dan menamai senja dengan harapan.
Namun waktu berjalan seperti kereta tanpa jendela,
membawa langkahmu ke arah yang tidak mampu kugapai.
Namamu masih tinggal di sudut doa yang sunyi,
meski suaramu kini terasa asing di telinga.
Kita dekat seperti nadi dengan denyutnya,
tetapi jauh seperti bulan dari tangan manusia.
Aku belajar bahwa kehilangan
tidak selalu tentang perpisahan yang gaduh.
Kadang, seseorang tetap tinggal di hati,
meski tak lagi pulang dalam kenyataan.
Dan di antara ribuan manusia yang berlalu,
aku masih menemukanmu
pada setiap langit malam
yang diam-diam mengajarkan rindu.
Banten, 19 mei 2026