AISAH ZAHRA APRILIA
Sekat Tanpa Suara

Kita duduk di bangku yang sama,
Ujung bahuku bahkan sempat menyentuh lenganmu,
Namun entah mengapa,
Ruang di antara kita terasa lebih luas dari samudra.
​Aku mengenal aroma parfummu,
Hafal cara matamu berkedip saat berpikir,
Tapi aku tak lagi tahu apa yang kau pikirkan,
Atau siapa yang kini menghuni ruang di hatimu.
​Suaramu terdengar jelas di telingaku,
Tapi maknanya tak lagi sampai ke jiwaku.
Kita seperti dua buku yang berjajar rapi di rak yang sama,
Saling bersandar, namun tak pernah saling membaca.
​Dekat dalam jangkauan tangan,
Namun mustahil untuk digenggam.
Karena sejauh-jauhnya langkah kaki menjauh,
Lebih jauh lagi hati yang tak lagi mau berlabuh.

Purwakarta, 5 mei 2026