Sekat Tanpa Suara
Kita duduk di bangku yang sama,
Ujung bahuku bahkan sempat menyentuh lenganmu,
Namun entah mengapa,
Ruang di antara kita terasa lebih luas dari samudra.
Aku mengenal aroma parfummu,
Hafal cara matamu berkedip saat berpikir,
Tapi aku tak lagi tahu apa yang kau pikirkan,
Atau siapa yang kini menghuni ruang di hatimu.
Suaramu terdengar jelas di telingaku,
Tapi maknanya tak lagi sampai ke jiwaku.
Kita seperti dua buku yang berjajar rapi di rak yang sama,
Saling bersandar, namun tak pernah saling membaca.
Dekat dalam jangkauan tangan,
Namun mustahil untuk digenggam.
Karena sejauh-jauhnya langkah kaki menjauh,
Lebih jauh lagi hati yang tak lagi mau berlabuh.
Purwakarta, 5 mei 2026