Kutasari dan Nyanyian Langkah Para Pengadu Mimpi
Karya: A. Faizal KhasaniLangit biru pernah turun dengan tenang
di pelupuk Kutasari yang basah oleh embun pegunungan.
Waktu lalu berjalan seperti sungai tua,
mengubah terang menjadi abu abu senja
tanpa pernah meminta manusia mengerti rahasianya.
Danau yang semula hanya diam
perlahan dipenuhi riuh sayap burung,
seolah semesta sedang menitipkan kabar
bahwa hidup tak diciptakan untuk kesunyian.
Jalan jalan kecil di kaki Baturraden
menyimpan jejak langkah para pengadu harapan;
orang orang dengan peluh di bahunya,
namun tetap menanam senyum
di sela kerasnya perjalanan.
Di kota kecil itu
kebersamaan bukan sekadar genggaman tangan,
melainkan akar yang saling menahan
agar tak ada jiwa tumbang diterpa musim.
Sebab manusia hanyalah pengembara waktu,
sedang usaha bersama
adalah cara paling tabah
untuk membuat mimpi tetap hidup
hingga fajar kembali lahir dari mata langit.
Purwokerto, 25 Mei 2026