Menanti Mentari

Karya: Sri Wahyuni


Tak ayal saat badai keras menerjang,
ia tetap kokoh berdiri.
Akarnya menunjam kuat,
meski angin membuat ia bergoyang ke sana-kemari

Dia selalu bertahan,
dengan sabar menunggu badai usai.
Tetap menjaga penuh kesetiaan,
tak pernah tumbang.

Langkah boleh lambat,
tubuh boleh lelah,
mata boleh terpejam sejenak.
Namun, dia berhasil bertahan.

Tanpa sedikit pun suara keluhan,
dengan alur hidup yang penuh lika-liku,
dia bertahan...
Tinggal menunggu mentari memancarkan sinar terang.


Sejiram, 21 Oktober 2026