PULANG TANPA SENJA
Karya: Siti FatimahAku berhenti mengaduk isi cangkir yang tak lagi larut,
membiarkan hijau mengendap di dasarnya.
Ada hal yang tak bisa dipaksa menyatu,
sekeras apa pun jemari berusaha.
Dahulu kauselipkan manis di telapakku,
dan lembut kauingatkan tubuh agar tak dibiarkan kosong.
Kini kuingatkan diriku sendiri:
menggenggam yang hendak pergi
hanya melukai jari.
Kau senja, indah dan tahu kapan harus tenggelam.
Aku tak lagi mengejar cahayamu ke balik bukit.
Kuletakkan lelah ini pelan-pelan,
bukan sebagai kalah,
melainkan sebagai cara paling jujur
untuk mulai pulang.
1 November 2026