Bertahan di Bawah Kelabu
Karya: Sherlytha Evrily IrwandaLangit sore itu kelabu seperti ingatan
yang tak pernah selesai ia kuburkan.
Hujan jatuh di atap rumah, di kaca jendela,
juga di dadanya yang sering sesak tanpa sebab.
Ia pernah patah, sampai suara sendiri terasa asing.
Malam-malam ia belajar bernapas pelan,
menghitung tetes air yang turun di kaca jendela kamar,
seolah tiap tetes adalah satu hari yang berhasil dilewati.
Luka itu masih ada, ia tak lagi berpura-pura.
Hanya saja kini ia tahu,
hujan tak pernah menetap selamanya.
Di balik awan yang berat itu, langit tetap di sana.
Pagi ini ia membuka pintu,
membiarkan basah menyentuh wajahnya.
Ia tidak menang, belum.
Tapi ia masih berdiri, dan itu cukup.
Surabaya, 3 november 2026