Bunga yang Berhenti Menunggu Hujan

Karya: NITA AMELIA


Di dekapan bumi yang menyimpan dahaga, sekuntum bunga menyemai kemungkinan. la menadah langit dengan kelopak terbuka, menanti hujan di bawah awan yang beranjak senyap.

Setiap mendung disambutnya dengan percaya, setiap gemuruh dianggapnya sebagai pertanda. Namun awan berlalu, menyisakan bayang, sementara tanah merekah menahan kemarau panjang.

Hari demi hari, luruh warna mahkotanya, akar-akar menyusup mencari air di kedalaman tanah. la pernah mengira, bertahan berarti setia, hingga lupa bahwa penantian pun mengenal batas usia.

Lalu, pada senja yang memucat di ufuk barat,
ia merundukkan kelopak, membiarkan angin lewat.
Bukan karena hujan kehilangan makna,
hanya tak ingin seluruh hidupnya habis untuk menanti semata.

Hingga suatu hari, langit menumpahkan hujan, membasuh debu yang lama melekat pada dedaunan. Namun bunga itu tak lagi menengadah ke angkasa akarnya telah menemukan air dari celah tanah yang selama ini dipeluknya.


Jember, 30 November 2026