seni menahan runtuh

Karya: Maria Aurelia Rodja



Ini bukan tentang bom yang dilemparkan meledak lalu hilang,
Tapi, ini tentang bagiamana aku menahan
Semua kata kata yang dilemparkan,
Tanpa ikut lenyap dengan ledakannya. .

Aku pernah dipukuli oleh kata kata yang kejam
Diremehkan oleh tangan
Yang dulu kujadikan sandaran
Bukan sekali,tapi berkali kali.

Langit yang dulu kupandang indah,
Kini,hanya menyimpan perih
Kaki ini ingin sekali melangkah ,dan pergi
Namun kaki ini seakan tidak tahu cara berlari.

Lalu aku mengerti,
Bertahan bukan tentang kerasnya suara,
Ia adalah doa kecil,agar aku tetap berlari
Saat dunia menyuruhku pergi

Aku memang retak,itu benar
Tidak utuh,namun tidak hilang juga
Mungkin inilah seni yang kupelajari dalam hidup,
Seni menahan runtuh.
.



Kupang 3 November 2026