Seusai Riwayat Menjadi Tenang

Karya: Ghina Zakiya Anisa


Telah digariskan batas bagi tiap persinggahan,
dan takdir kini mengkhianati arah,
menuntun kita ke halaman berbeda.
Aku bersyukur pernah mengeja hatimu sedalam itu,
meski mencintai akhirnya menjelma
penerimaan dengan jemari yang gemetar.
Sungguh lebam melepaskan
ia yang masih bertahta di dada,
namun aku hanyalah musafir
yang lelah menggenggam sendirian.
Saat kuterima kabar hatimu telah lama
berlabuh pada dermaga lain,
aku bertanya pada sepi:
apakah seluruh peluh dan pelukmu kemarin
hanyalah fatamorgana yang semu?
Pernah terlintas ingin berputar arah,
namun lembar yang silam
hanya untuk dibaca, bukan ditulis ulang.
Maaf atas telaga ketidaksempurnaanku.
Terima kasih telah menghidupkan hangat
yang tak pernah bertamu sebelumnya.
Kini, biarlah kau menjadi riwayat
yang selesai dengan tenang—
bukan lagi sekutu takdirku,
namun pernah menjadi megah bahagiaku.


Tasikmalaya,21 Februari 2026