Pijakan yang Tidak Boleh Patah
Karya: Filosofa Radliya Rauhil MaulaKetika dunia perlahan menjadi begitu sunyi,
dan malam membentang tanpa ujung yang pasti.
Aku berdiri di persimpangan jalan yang terjal,
menghadapi kenyataan hidup yang terasa kekal.
Rintangan datang silih berganti tanpa jeda,
mencoba meruntuhkan mimpi yang tersisa di dada.
Ada luka yang tersembunyi di balik senyuman,
namun aku menolak untuk dijadikan tawanan.
Setiap embusan angin dingin yang menerpa,
hanya membuat pijakan kaki ini semakin menempa.
Bertahan bukan sekadar menunggu badai berlalu,
melainkan belajar menari di bawah hujan yang pilu.
Aku memilih untuk menyalakan api kecil di hati,
merawat harapan agar tidak pernah mati.
Sebab selama napas ini masih berembus lirih,
aku akan tetap tegak berdiri tanpa harus merintih.
Rembang, 1 November 2026