Rumah untuk Diri Sendiri
Karya: Anisa AuliaAku anak kedua
yang penuh kesendirian,
tumbuh di tengah
tanpa benar-benar memiliki tempat.
Tidak pertama,
tidak terakhir,
hanya ada dan sering terlupakan.
Aku sering menjadi rumah
bagi diriku sendiri,
mengunci pintu rapat-rapat,
menyalakan lampu kecil yang temaram,
belajar memeluk diri sendiri
ketika tidak ada tangan lain
yang memeluk.
Meski tidak ada tempat
untuk berbagi cerita,
tak apa jika tak ada yang mendengar,
tak apa jika tangis jatuh tanpa saksi.
Kupendam semuanya di dalam dada.
Bahkan tangisku sendiri
tak punya rumah untuk pulang.
Panyalaian, 2 November 2026