Pada Laut Yang Telah Berpenghuni

Karya: Alya Safitri Sofida


Aku pernah menjadikan namamu sebagai aksara paling rahasia dalam semesta pikiranku.
Menyulam kekaguman dalam diam,
mengagumi senyummu seperti senja yang enggan ditelan malam.
Namun, rupanya aku hanya sekadar peziarah yang tersesat di taman milik seseorang.

Sebab, telah ada nama lain yang bersemayam di dermaga hatimu,
sementara aku hanya kapal kecil yang tak pernah mendapat izin untuk berlabuh.
Betapa getir menyadari bahwa seseorang yang begitu ingin kusapa sebagai rumah,
ternyata telah memiliki tempat untuk pulang.

Maka, biarlah kali ini aku menanggalkan segala angan.
Bukan sebab samudra rasaku telah mengering,
melainkan aku tak ingin menjadi badai di lautan yang sedang kau arungi bersamanya.

Barangkali,
mencintai juga berarti tahu kapan harus undur diri.


Bandung, 04 November 2026