LENTERA YANG MEMILIH DIAM

Karya: zilva nur hamida


Di ujung jalan yang berbatu tajam,
ku peluk luka yang kian menghampar luas
mengemis esok pada malam yang keja,namun asaku terbang bagaimana abu yang lepas.

Telah kuhabiskan seluruh darah di dada,
mengetuk pintu langit yang terkunci rapat.
Bertahan kokoh di badai yang melanda,
hingga jiwaku ringkih,tak lagi bertongkat.

kini,jemariku perlahan melepas genggaman,bukan karena kalah oleh kejamnya takdir
Namun,dada ini sudah penuh dengan makam,
tempat harapan -harapan mati terukir.

Aku hanya menyerah pada riuh yang menuntut,
Membiarkan sunyi membawa pergi perih ini.
Biarlah runtuh seluruh benteng yang ku angkut,
Karena bersikeras pun,takkan ada yang peduli

Di altar sepi ini,kutundukkan kepala,
merelakan mimpi yang terbakar menjadi arang.
aku berhenti melangkah,tanpa menyisakan cela, membiarkan lentera di dalam diriku...padam sekarang.


Palembang,20 Oktober 2026