MENGAYUH DI SANDYAKALA

Karya: SILA HIDAYATUL MAULA


Aku menatap langit kala sandykala,
sebagai ikhtiar untuk menutup lara.
Kubiarkan anila mengelus wajahku,
membiarkan hari nelangsa segera berlalu.

Lir suaranya masih aku ingat,
tak tanggung membuat hati tersayat,
segala ocehannya membuatu tersudut.
Tak heran, aku menjadi kalut.

Namun diantara hidupku yang rimpuh,
aku harus terus mengayuh.
Meski dengan air mata yang mulai luruh.
Meski didepan nanti aku jatuh,
aku akan terus mengayuh.

Karena aku tahu kemarau ini pasti akan berlalu.
Di sirat tanganku, pasti terdapat rahayu.
Segala remukku pasti terganti cita,
gundahku pasti tak bertahan lama.

Semburat bahagia sedang menunggu
setelah susah ini, pasti terdapat syahdu,
aku tak akan menyerah pada pilu.
Laraku selama ini, pasti akan pulih,
bahagiaku pasti akan mulih.


Banjarnegara, 27 Oktober 2026