Bertahan

Karya: Semuel Yulius Salkery


Tak kusadari aku telah sampai di titik ini.
Tak kubayangkan akan tetap ada sampai saat ini.
Tak sempat kupikirkan akan kusadari semuanya.
Takut telah kutimpa dengan rasa kecewa yang kau berikan.
Tangisan telah kukeringkan dengan kejamnya dunia yang kamu tinggalkan.

Kini, aku berdiri di antara dua pilihan,
bertahan dalam luka atau menyerah pada kenyataan.
Keduanya sama-sama menawarkan kehilangan,
dan aku terjebak di antara harapan dan kepasrahan.

Pernah kupaksa kaki ini untuk terus melangkah,
meski setiap jejak menyimpan lelah yang tak terucap.
Pernah kupaksa hati ini untuk kembali percaya,
meski yang tersisa hanyalah serpihan dari janji yang kau jaga entah ke mana.

Aku bertahan bukan karena tak mengenal luka,
aku hanya terlalu lama percaya bahwa semua akan baik-baik saja.
Aku diam bukan karena tak punya kata,
aku hanya lelah menjelaskan sesuatu yang tak pernah ingin kau pahami maknanya.

Namun, sampai kapan harus kupeluk kecewa?
Sampai kapan harus kusembunyikan air mata?
Jika bertahan hanya membuatku kehilangan arah,
mungkin sudah waktunya kulepaskan apa yang tak lagi bisa kugenggam dengan utuh.

Bukan berarti aku tak pernah berjuang,
bukan pula berarti cintaku tak pernah benar-benar datang.
Aku hanya mulai mengerti satu hal:
tak semua yang diperjuangkan harus berakhir dengan kemenangan,
dan tak semua yang dilepaskan berarti sebuah kekalahan.

Maka, jika suatu hari kau mencari aku dalam kenangan,
jangan cari diriku yang dahulu rela mengorbankan segala perasaan.
Sebab aku sedang belajar pulang kepada diriku sendiri,
menyusun kembali hati yang pernah kubiarkan kau pecahkan berkali-kali.

Dan bila akhirnya aku memilih untuk berhenti,
ketahuilah, bukan karena aku tak sanggup berdiri.
Aku hanya tak ingin menghabiskan seluruh hidupku
untuk mempertahankan sesuatu yang tak pernah berusaha mempertahankanku.


Ambon, 16 Oktober 2026